Makna KeNATALan Dalam Diri

Walaupun sudah berpuluh tahun menghadiri dan menghayati acara Natal setiap tahun. Saya sungguh bergembira hati. Kenapa? Karena baru kali ini kami merayakan Natal dengan secara sederhana. Tanpa kue dan minuman yang mengandung soda serta mineral.

Sebenarnya hal ini tidak disengaja, dikarenakan istri saya baru sakit tipus. Sehingga tidak boleh bekerja terlampau capek dan lelah. Ditambah tidak memiliki pembantu di rumah. Akhirnya kami memutuskan merayakan NATAL benar-benar secara apa adanya bukan ada apanya.

Saya merasakan suasana yang berbeda. Menemukan sebuah ARTI dan MAKNA yang lain dan lebih mendalam.

Natal sangat identik sekali dengan kelahiran Sang Juru Selamat ke dunia ini. Saat keLAHIRan inilah sebenarnya mempunyai arti memulai sebuah proses hidup baru. Dimurnikan kembali. Disegarkan supaya kita memulai segala sesuatu dari nol kembali.

Sudahkan kita mengampuni perbuatan-perbuatan masa lalu kita. Rasa sakit hati, dendam, benci dan kedongkolan hati yang mendalam terhadap seseorang. Serta kecurangan-kecurangan yang pernah kita lakukan dalam berbisnis atau melakukan segala sesuatu guna memuluskan kehendakku bukan kehendak lu.

Merefleksikan dosa masa lalu dan memberi ampun bagi diri sendiri. Sebenarnya inilah pesan DAMAI Natal yang sesungguhnya. Gimana mau damai di luar bila hati ini penuh dengan gejolak jiwa.

Tentu saja DAMAI DI HATI, DAMAI DI BUMI terasa lebih pas dan plong. Saat ada ampun bagi diri sendiri.

Palembang,26 desember 2012
Tengah Malam, di Cinde

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s