Tuan atas Perasaan

Sebuah pernyataan yang selalu saya ingat ketika mau bicara sama orang lain adalah “Jagalah Perasaan Orang Lain”. Entah siapa yang pertama kali membuat pernyataan ini.

Tetapi beberapa hari ini setelah saya renungkan sebenarnya pernyataan ini kurang tepat. Mengapa?

Coba anda pikirkan ketika anda saya berikan sebuah permen. Dan anda memakan untuk merasakannya. Siapa yang berhak merasakannya enak atau tidak? Tentu saja anda sendiri. Saya tahu rasanya asam, pahit atau manis setelah anda memberi tahu kepada saya.

Sama persis ketika saya berkomunikasi kepada anda dengan kata-kata. Andalah yang berhak merasakan apakah kata-kata saya bermanfaat atau tidak? Andalah yang berhak merasakan baik atau jelek?

Jadi intinya andalah bertanggung jawab terhadap perasaan anda sendiri.

Saya dapat melatih menggunakan kata-kata yang baik buat berkomunikasi dengan lawan bicara. Tapi saya tidak mampu bertanggung jawab terhadap perasaan anda.

Andalah TUAN atas perasaan anda sendiri.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s