Good Deal, No Deal dan Bad Deal

Mungkin anda pernah ingat sebuah kuis yang awalnya dipandu oleh Tantowi Yahya. Kuis itu bernama Deal or No Deal. Dimana aturan mainnya setiap peserta diwajibkan memilih sebuah koper yang berisi sebuah angka. Didalam koper tersebut ada secarik kertas  yang bertuliskan nominal sejumlah uang. Koper yang dipilih inilah yang menjadi sebuah “barang taruhan” selama kuis berlangsung.

Setiap akhir ronde, banker akan memberikan penawaran. Selanjutnya, pembawa acara akan bertanya kepada pemain: apakah mau menerima penawaran banker atau menolaknya (deal atau no deal).

  • Jika pemain menjawab deal, maka permainan berakhir, dan pemain memperoleh hadiah sebesar penawaran banker. Selanjutnya, permainan dilanjutkan seolah-olah pemain menjawab no deal.
  • Jika pemain menjawab no deal, maka permainan dilanjutkan ke ronde berikutnya.
  • Jika pemain menjawab no deal di akhir ronde terakhir, maka hadiah yang diperoleh pemain adalah yang terdapat di dalam koper pilihannya (koper terpilih sebelum ronde I dimulai).

Jika permainan kuis ini kita aplikasikan dalam kegiatan marketing khususnya properti. Maka posisi banker ditempati oleh orang mempunyai uang  (pembeli), posisi pembawa acara ditempati oleh marketing atau agen properti (broker) dan posisi pemain dietmpati oleh pemilik property (penjual ).

Yang sangat menarik sebenarnya hal ini kita alamai hampir setiap hari di dunia marketing property. Setidaknya ada tiga keputusan yang selalu kita alami. Yaitu Good Deal (keputusan baik), No Deal (tidak terjadi keputusan) dan Bad Deal (keputusan buruk).

Good Deal

Ini adalah sebuah keputusan yang sangat ditunggu oleh kalangan pebisnis dan marketing. Dimana GOOD DEAL adalah suatu keadaan dimana harga penawaran kita lebih tinggi dibandingkan yang kita pikirkan. Atau dengan kata lain harga penawaran kita disetujui oleh pembeli atau penjual.

Sebagai contoh bila rumah yang kita jual harganya ditawar lebih tinggi dibandingkan dengan yang kita harapkan disebut GOOD DEAL.

No Deal

Ini adalah sebuah keputusan yang sangat pelik. Mungkin ada selisih antara harga yang anda tawarkan dengan harga yang diajukan oleh pembeli. Biasanya selisihnya tidaklah terlampau jauh  dengan harga yang anda tawarkan.

Apabila masing-masing pihak yaitu penjual dan pembeli bertahan di posisi ini. Maka tugas anda sebagai seorang broker mempunyai peranan besar dalam mengatasi jalan buntu ini.

Jalan keluarnya hanya satu. Yaitu satu menaikkan tawarannya. Dan yang satu lagi menurunkan tawarannya. Sehingga posisi yang diambil adalah harga tengah atau harga sepakat.

Bila tidak tercapai kata sepakat siap-siaplah menerima sebuah keputusan. Ya, hari ini anda mengalami yang dinamakan No Deal.

Bad Deal

Keputusan ketiga yaitu Bad Deal. Biasanya diambil oleh seorang penjual yang dalam kondisi mau jual cepat atau BU (Butuh Uang). Posisi itu sebenarnya hampir sama dengan posisi No Deal. Bedanya tipis sekali dimana dalam posisi ini penjual membutuhakn sebuah kecepatan dalam proses menjual. Salah satu faktornya ekonomi.

Sebuah pertanyaan penutup buat anda? Seberapa sering anda mengalami sebuah keputusan yang Good Deal, No Deal dan Bad Deal? Saya yakin anda pernah mengalami semuanya. Sebagai seorang marketing property professional tugas anda hanya satu yaitu menyadari dimana posisi penawaran anda.

Bila sedang menuju ke posisi yang Bad Deal dan No Deal, tugas anda hanya satu yaitu dapatkah mengubah arahnya menjadi Good Deal. Selamat mengambil keputusan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s