Si Pengetuk Pintu

Apa yang terjadi bila suatu hari pintu rumah anda diketuk seseorang? Apakah anda bersedia membuka pintu buat si pengetuk. Mungkin dalam diri anda bertanya siapa yang mengetuk pintu? Apa persisnya keperluan orang yang mengetuk pintu rumah anda?

Bila orang tersebut tidak memberikan manfaat buat anda. Apakah anda mau membuka pintu rumah anda hanya sekedar “say helo” saja. Atau ketika anda bertanya,”Siapa ya?”.  Dia tidak memberikan jawaban. Dan terus mengetuk pintu sampai anda merasa marah lalu dengan terpaksa membukakannya.

Apa yang terjadi bila anda mengetuk pintu rumah seseorang. Mula-mula anda mengetuk secara perlahan. Anda menunggu dan tidak ada jawaban. Apakah anda mengambil inisiatif mengetuk pintu secara kencang dan bertubi-tubi. Dan pintu tetap tidak dibukakan. Bahkan anda memanggil nama orang yang punya rumah tersebut. Tetapi tetap tidak ada jawaban.

Cerita si Pengetuk Pintu merupakan sebuah metafora. Kadang kala kita sering berusaha mencari tahu dengan cara mengedor-gedor “pintu” rumah si pemilik rumah.

Ketika si pemilik rumah tidak mau membuka pintu rumahnya sedikitpun kepada kita. Apakah kita mau memaksa masuk ke dalam rumahnya? Semakin anda kencang berusaha mengedor pintu rumahnya semakin kencang si pemilik rumah bertahan.

Si pemilik rumah tidak lain tidak bukan adalah orang yang sering menurut kita ada masalah dalam dirinya. Kita sebagai seorang sahabat atau teman dekat sering berusaha mau menolongnya. Seolah-olah kita mau menjadi dewa penolong bagi dirinya.

Sangat kurang bijak ketika si pemilik rumah tidak memberikan perhatian dan signal-signal memerlukan pertolongan kepada kita. Kita berusaha langsung masuk. Padahal belum tentu masalah yang kita persepsikan sama dengan kebenaran yang dia hadapi.

Mungkin ketika kita berusaha mengetuk pintu dan masuk ke rumah. Justru bukan sambutan ramah dari tuan rumah. Malahan berupa caci maki. Mereka beranggapan kita menambah masalah mereka atau justru kitalah yang dijadikan sumber masalah.

Jadi solusinya, cari waktu yang tepat. Dan ketika si pemilik rumah membukakan pintu bagi si pengetuk. Saat itulah dia siap menyambut anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s