Belajar dari Kemenangan JOKOWI-AHOK

Walaupun bukan warga DKI Jakarta saya sangat menikmati proses PILKADA Cagub dan Cawagub DKI kemarin. Dengan memposisikan saya sebagai layaknya seorang pengamat (netral). Sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang dapat kita petik dari proses pilkada yang sudah berlangsung.

Saya sih tidak memihak kepada salah satu calon. Hanya mengamati sebatas hal yang saya TAHU dan MENGERTI sesuai dengan keilmuan yang saya punyain yaitu NLP (neuro linguistik programming).

Saya pun mencoba bertanya kepada diri saya apa sih yang menyebabkan JOKOWI-AHOK mampu meraih hasil suara cukup banyak di Putaran 1 ini? Mengapa mereka mampu menang? Bagaimana caranya sehingga mereka mampu menang di Pilkada Putaran 1 ini versi hitung cepat?

Setelah mempelajari sekilas dari proses persiapan mereka dan saat kampanye melalui master Google. Saya dapat memetik beberapa kesimpulan dari kemenangan JOKOWI-AHOK sebagai berikut:

Berani Tampil Beda

Coba anda perhatikan penampilan pakaian dari seluruh kandidat Cagub dan Cawagub DKI ini. Siapa yang mempunyai penampilan sedikit unik? Jawaban anda tepat sekali. Jokowi – AHOK. Dalam dunia per NLP an ini disebut dengan menciptakan sebuah anchor VISUAL.

Entah siapa yang mencetuskan ide pertama kali penampilan mereka ini. Saya acungkan dua jempol. Sungguh sangat brilian dan cerdas. Secara tidak langsung sudah sebuah pesan tersembunyi yang disampaikan kepada calon pemilih.

Bahwa yang baju batik kotak-kotak pastilah JOKOWI-AHOK. Bahkan bila ada orang yang pandai melihat situasi ini mereka dapat jualan dengan menggunakan branding “AYO Beli Batik Kotak-Kotak JOKOWI”. Kelanjutannya gimana anda tahu sendirilah.

Karya Nyata adalah sebuah JAMINAN

Tentu saja saat kampanye banyak sekali janji yang diucapkan. Mulai dari program macet, banjir sampai pengobatan GRATIS. Tetapi masyarakat sekarang sudah lebih cerdas.

Mereka mampu melihat dan membedakan yang mana hanya sebuah JANJI saja. ATau yang sudah pernah melakukan dan membuktikannya.

Disinilah sekali lagi kualitas seorang pemimpin dapat dibuktikan. Yaitu melalui KARYA NYATA yang sudah mereka berikan kepada MASYARAKAT.

Masyarakat Jakarta sekarang lebih cerdas dalam memilih bukan hanya penampilan dan janji kampanye saja yang menjadi acuan tetapi KARYA NYATA yang telah dihasilkan para cagub menjadi dasar utama dalam mencoblos.

Selamat BERKARYA NYATA!

3 pemikiran pada “Belajar dari Kemenangan JOKOWI-AHOK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s