KeGAGALan dan LECUTan

Terus terang gua menulis ini karena kesemsem sama perjalanan si Regina yang terpilih menjadi Grand Finalis Indonesia Idol 2012. Bayangkan dari ceritanya dia sampai ikut Indonesia Idol ini sampai yang ke 6 kali. Baru berhasil tahun ini.

Menurut gua ini sebenarnya sensasional banget. Gimana caranya sampai dia mampu bangkit dari kegagalan sampai berhasil. Bukan satu kali sampai lima kali lho. Salut gua angkat topi sama si Regina ini.

Bila gua jadi dia belum tentu mampu untuk mengambil keputusan ikut kembali yang kedua. Pasti gua jadi menyerah, sambil berkata-kata bukan nasib. Nasib gua memang ditakdirkan untuk tidak menjadi penyanyi. Nasib gua memang belum mujur. Nasib gua memang maunya jadi miskin. Ya, akhirnya gua pun terbelenggu oleh perasaan  untuk melupakan impian ini.

Bila ini diteruskan boleh jadi gua malahan menyalahkan Tuhan. Itulah gobloknya diri gua. Kok Tuhan mau disalahkan. Emang gua kadang tidak mau bersyukur dengan Tuhan yang sudah berikan.

Tiba-tiba seolah-olah ada bagian dalam diri gua yang bersuara dengan lantang menghardik. Tu lihat ke dalam dirimu. Disana sudah tersimpan potensi diri yang disebut SDM.

Apakah lu sudah mengelolanya dengan baik?

Apakah lu sebatas hanya mengenal saja?

Apakah lu hanya mengerti saja apa itu SDM tapi tidak pernah melatihnya?

Eh, tahu nggak sih? Berapa banyak waktu dan tenaga yang diperlukan oleh si Regina untuk melatih suaranya sehingga layak mempunyai nilai jual. Wajar saja dia menuai hasil sekarang ini. Karena dia TAHU, MENGERTI dan MELATIH potensi SDMnya yaitu suaranya.

Nah, bila kamu apa yang sudah kamu latih?  Maunya hanya instan saja. Baru melatih sebentar sudah mau hasilnya besar. Malahan lebih parah lagi sok menjadi seorang ahli yang sudah paham. Padahal lu tu belum ada apa-apanya.

Baru satu kali menghadapai kegagalan. Sudah bilang ke seluruh dunia. Berkali-kali saya sudah gagal dan mencoba? Semua orang sudah saya tawarkan produk saya? Ah, pasti semuanya tidak mau dengar penjelasan saja. Semua orang pada umumnya sama saja.

Itukan dirimu yang terlalu banyak hidup dengan persepsimu. Coba deh hidup dengan kenyataan. Sekali-kali lu itu lihat gimana kuda bila jalannya lambat pasti dilecut pake cambuk sama kusirmu.

Lha, kamu tu bila menghadapi yang namanya gagal coba deh lecut dirimu biar bergerak lebih cepat. Maju terus. Kerja, kerja dan kerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s