NLP Praktis #8: DiberDAYAkan atau (tetap) DiSUAPin

Untung deh sore kemarin sempat datang ke rumah teman yang sudah lama tidak bertemu. Dari sekedar ngobrol iseng tentang dunia training. Akhirnya tercetus juga ide gimana cara memberdayakan karyawan yang sudah lama mengikuti kita bekerja. Boleh jadi si karyawan ini sudah beranak pinak. Awalnya dia bujangan atau gadis. Sekarang sudah punya anak atau mungkin juga sudah punya cucu.
Apa sih sebenarnya manfaat memberDAYAkan karyawan? Bukankah ada cost tambahan bila si karyawan  dipintarkan? Belum tentu dia bermanfaat bagi kita? Ntar bila sudah pintar dianya keluar dari perusahaan. Buat usaha seperti kita. Jadi competitor dong? Bila pertanyaan ini diajukan saya jadi ingat pesan teman saya yang pengusaha senior. Dimana dia sangat rajin ikut seminar dan training. Dari mulai trainer lokal (termasuk saya hehehehe) sampai trainer yang reputasinya sudah nasional. Pernah saya mencoba bertanya kepada dia, apakah ada hasilnya? Ternyata jawaban cukup menohok saya sebagai seorang yang ngakunya TRAINER. Masih belum memecahkan masalah. Kebanyakan teori sih.

Sedangkan dari sisi karyawan saya juga mengajukan pertanyaan yang sama. Apa sih manfaat dari training yang sering kamu ikutin? Rata-rata menjawab,”Hanya menjalankan perintah BOSS saja”. Atau dengan kata lain,”Ya, hanya buat pelengkap doang aja”.

Sebenarnya ada cara yang cukup bijaksana bila anda berpikir dengan memberdayakan karyawan yang sudah menunjukkan loyalitas kepada perusahaan anda selama berpuluh-puluh tahun. Salah satu caranya anda sebagai pemilik perusahaan mengupgrade keahlian si karyawan tadi.

Mungkin saat ini dia masih baru tahu komputer sebatas mengetik menggunakan word atau excel. Anda dapat memberikan dia kurus mengenai dasar-dasar internet. Kursusin dia tentang cara memakai facebook dan twitter untuk mengembangkan bisnis anda. Buka layanan baru bagi usaha anda dengan membangun website  yang professional. Buat pemasaran produk anda dapat online 24 jam. Tingkatkan pelayanan bukan hanya melalui telepon kantor atau hp. Mulai gunakan yahoo messenger, skype atau blackberry messenger.

Tahukah anda bila anda mampu memberdayakan diri karyawan? Sebenarnya dari segi keuangan perusahaan anda sudah menghemat biaya dan waktu. Coba hitung berapa biaya yang anda keluarkan untuk merekrut karyawan baru. Mulai dari buat iklan lowongan kerja, wawancara, training tentang job description dll. Berapa biaya yang anda butuhkan? Mungkin 2 – 3 kali lipat. Dibandingkan anda memberdayakan karyawan yang sudah ada. Belum lagi anda tidak mengetahui karakter karyawan yang baru ini. Berapa lama si karyawan butuh adaptasi dengan budaya kerja perusaaan anda.

Dari sisi karyawan pun, anda sudah membantu pengembangan dirinya. Daripada anda hanya sekadar memberikan SUAPAN berupa rutinitas kerja dan gaji bulanan plus komisi. Setidaknya secara perlahan anda juga membantu membangkitkan sumber daya diri karyawan anda. Yang mungkin selama ini terpendam. Siapa tahu anda berbaik hati? Mau berbagi hasil dengan karyawan yang sudah loyal dan masih mau diberdayakan dengan berupa saham atau profit sharing. Dan jauh lebih penting anda membantu memberikan kesadaran baru bagi dia sebagai seorang manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s