NLP Praktis #5: Mantra Sakti “APAPUN SAYA PIKIR BISA”

Ketika di awal tahun 1995 saya mengikuti sebuah pertemuan perusahaan marketing. Suasana sangat menarik. Hiruk pikuk orang berteriak dengan semangat. Ditambah lagi suasana musik yang hangar binger membuat suasana menjadi rebut. Suara peserta pun menjadi tidak kedengaran. Saat penutup acara si pembawa acara mengumumkan bila anda ingin mengikuti sebuah peluang pemasaran dahsyat di era abad 21 ini silahkan tinggal sebentar. Akan dilakukan follow up bagi yang serius mau mengikuti bisnis ini. Uang ratusan juta dan keliling dunia keluar negeri gratis pun sudah menunggu. Sayang saya menolaknya dengan halus.

Tak berapa lama ketika itu saya kedatangan seoarang sahabat lama dari kota pelajar. Dan kembali dia menawarkan sebuah bisnis bagus. Dengan konsep marketing tercanggih yang menurutnya adalah terobosan awal dari abad 21. karena tidak enak hati dan dimasukkan secara GRATIS. Saya ikut serta juga.

Mulanya saya diberitahu bahwa untuk memasarkan produk ini kita wajib mengkonsumsi sendiri. Setelah ada manfaatnya baru kita boleh menawarkan kepada orang lain. Karena iseng saya mencoba menawarkan ke beberapa teman. Baik teman kuliah atau teman lama. Terus terang saya menawarkan produk ini bukan karena produk ini bagus tapi hanya uang semata yang saya cari.

Sampai suatu saat kami diberitahu bahwa ada sebuah seminar kesuksesan yang akan diadakan di luarkota. Kami disarankan mengikuti seminar tersebut. Yang konon katanya setelah mengikuti seminar tersebut distributor menjadi cepat sukses. Kami pun berdiskusi dan akhirnya memutuskan salah seorang distributor sebagai wakil untuk mengikuti seminar tersebut.

Benar saja setelah mengikuti seminar tersebut teman saya menjadi berapi-api. Di setiap kesempatan dia selalu menawarkan produk kami dimanapun dia pergi. Dan memang benar dia menjadi tidak waras setelah mengikuti seminar tersebut. Setiap bertemu dengan kami dia selalu meneriakkan slogan,” “APAPUN SAYA BISA, JIKA SAYA PIKIR BISA”. Dalam setiap kesulitan yang dihadapi pun kami diwajibkan oleh dia meneriakkan  mantra sakti tersebut.

Kami pun menjadi ketagihan meneriakkan mantra sakti tersebut. Omsetpun menaik dengan cepat.  Karena kami ketagihan akhirnya hampir setiap beberapa bulan kami selalu mengadakan seminar kesuksesan tersebut. Bagaikan sebuah obat perangsang kami sangat tergantung dengan seminar tersebut. Setiap habis seminar pasti omset menjadi naik. Seminar tersebut menjadi andalan kami.

Mulanya seperti benar bahwa mantra sakti yang didapat dari seminar terebut menyihir kami.Tapi sayang lewat proses waktu kami kedodoran juga melayani klaim pelanggan dan distributor yang tidak puas dengan kinerja kami. Dan tidak sesuai dengan klaim kami bahwa produk kami memang yang terbaik. Walupun sudah berteriak dengan mantra sakti tersebut kesulitan tetap dating bahkan keadaan menjadi sulit. Banyak distributor yang tidak bertanggung jawab.

Lewat proses waktu saya pun menjadi sadar Bahwa kata-kata yang kami dengar dan teriakkan membuat kami menjadi terjebak dalam sebuah fatamorgana. Dan memang benar slogan “APAPUN SAYA BISA, JIKA SAYA PIKIR BISA” memberikan racun kepada kami maupun kepada pelanggan. Maka berhati-hatilah menggunakan kata-kata!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s