NLP Praktis #4: Reuni, Si Provokator Kebahagiaan

Suatu pagi telepon genggam istri saya berbunyi. Sebuah nomor yang tak dikenal masuk. Disambut, tak lama kemudian obrolan pun berjalan lancar. Bahkan diwarnai tawa-tiwi segala. Cukup penasaran. Saya pun mengintip dengar  obrolan telepon yang istri lakukan. Oh, pantes. Ternyata yang menelpon tersebut adalah teman lama dia waktu SMA. Si teman lama ini mengabarkan bahwa setelah lebaran kedua nanti akan ada acara reuni akbar khusus angkatan mereka.

Begitu kata REUNI ini terucapkan sudah deh semua zona memori kenangan mulai meluncur dari obrolan mereka berdua. Dimulai bertanya, dimana si A? dimana si B? Aku rindu dengan kenangan kita dulu. Masih ingat nggak kita dulu sering bolos? Gimana dengan Pak si A yang kejam dulu? Gimana dengan Ibu si B yang suka melucu dulu? Eh, dulu si A suka sama kau ya? Gimana dia sekarang sudah kawin lum? Aduh, aku mau lihat dia gimana sekarang? Serentetan kata-kata terus keluar dari obrolan mereka.

Pernahkah kita berpikir bagaimana kata-kata dapat memicu sebuah kejadian dalam kehidupan kita? Contoh sederhana dari kata “REUNI”, dapat membuka semua kenangan-kenangan kita ketika bersekolah. Kata “REUNI” seperti memancing semua memori yang tersimpan rapi di dalam otak kita supaya cepat keluar. Kata “REUNI” memutar gambaran-gambaran peristiwa yang dulu pernah terjadi ketika kita bersekolah. Ketika semua memori itu keluar baik berupa gambar, suara dan rasa kita menghadapi secara bahagia. Diriingi  dengan senyum, tertawa, lucu-lucuan, sindir menyindir, jelek-jelekan tanpa ada rasa sakit hati.

Ketika anda merasa bete, kesal, kecewa, sakit hati. Cobalah untuk memutar reuni-reuni yang pernah anda alami dalam kehidupan ini. Bila anda kesal dengan suami anda, cobalah memutar film reuni ketika dia menyatakan cinta pertama kali atau reuni ketika dia mengajak anda untuk menikah. Bila anda kesal dengan anak anda, cobalah memutar film reuni masa kecil saat anda merawat anak anda atau saat dia berulang tahun yang pertama.

Reuni apa lagi yang mau anda putar lagi? Itu semua terserah sama anda. Saya yakin banyak peristiwa reuni yang dapat memprovokasi pikiran anda menjadi bahagia. Bila anda mau sependapat dengan saya. Mari kita mulai memilih reuni yang dapat memprovokator kita menjadi bahagia. Kapan? Ya, mulai dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s