NLP Praktis#3: Mobil pokoknya MOBIL

“Papi, beli mobil ya.’

“Ya, mobil warna hitam. Papi satu dan mami satu. Mami warna putih.”

Demikian celoteh putri kecilku di suatu pagi ketika aku habis menjemputnya dari pulang sekolah. Entah darimana dia membuat kata-kata permintaan tersebut. Apa mungkin selama ini kami sudah jarang pergi bareng-bareng lagi. Salah satu kebenarannya kendaraan kami berupa motor sudah tidak cukup lagi buat kami pergi sekeluarga.

Bagiku keinginan mempunyai mobil sudah merupakan sebuah alasan yang kuat. Tetapi keinginan tidak hanya sampai disini. Bila keinginan sudah menjadi sebuah kebutuhan maka kita jadi ikhlas menjalaninya apapun resikonya.

Bagaimana mengubah keinginan menjadi sebuah kebutuhan? Tentu saja sebuah persiapan yang direncanakan sehingga keinginan ini menjadi terwujud nyata.

Bila saya mempunyai sebuah keinginan membeli sebuah mobil.

Maka persiapan yang saya lakukan adalah:

Memilih Jenis Mobil

Saya mau membeli mobil merk dan jenis apa?

Saya mau membeli mobil bekas atau baru?

Saya mau membeli mobil warna apa?

Menyiapkan Keuangannya

Saya mau membeli mobil secara tunai atau kredit?

Berapa uang yang disiapkan untuk membayar DP bila secara kredit?

Berapa tahun saya mau membeli secara kredit?

Berapa angsuran setiap bulan yang saya bayar?

Apakah uang saya cukup untuk membayar DP nya?

Apakah penghasilan saya cukup membayar angsuran perbulannya?

Bila tidak cukup saya mau mencari pinjaman atau bantuan kemana?

Apakah mobil saya sewakan atau buat bisnis antar jemput?

Menyiapkan Lokasi

Bila mobil sudah dibeli apakah garasinya sudah ada?

Apakah mobil saya aman di lingkungan tempat tinggal saya?

Bila tidak punya garasi, apakah mobil aman diparkir depan rumah?

Berapa biaya untuk membayar penjaga keamanan?

Menyiapkan Biaya servis berkala, asuransi dan pajak

Berapa uang yang saya siapkan untuk service bulanan mobil saya?

Berapa uang yang saya siapkan untuk asuransi mobil saya?

Berapa uang bensin yang saya siapkan untuk setiap bulan?

Berapa uang pajak mobil setiap bulanan?

Teruslah lakukan segala persiapan sampai sedetail dan komplet. Sehingga anda benar-benar TAHU bahwa memiliki mobil itu benar-benar membutuhkan persiapan.

Bila saya tidak melakukan persiapan

Jangan sampai ketika BBM naik anda menyalahkan pemerintah?

Jangan sampai ketika mobil ditarik anda menyalahkan petugas leasing, yang tak berperikemanusiaan?

Jangan sampai mobil anda mogok, anda marah sama mobilnya?

Jangan sampai mobil anda lecet, anda marah kepada tetangga karena tidak melihat mobil yang terpaksa parkir di pinggir jalan?

Jangan sampai mobil anda sering kena tilang karena tidak sanggup membayar pajaknya?

Setelah semua persiapan anda oke semua. Barulah anda mengusahakannya. Butuh waktu lambat atau cepat semuanya tergantung dari anda.

Demikian artikel ini ditulis supaya anda tahu bahwa saya dulu sering tidak melakukan persiapan. Sehingga ketika menghadapi masalah saya suka menyalahkan orang lain dan suka melempar tanggung jawab. Semoga saya diampuni sama istri dan anak-anak. Bersambung….

Satu pemikiran pada “NLP Praktis#3: Mobil pokoknya MOBIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s