NLP Praktis #2: Reframing dari Mudik

Masih berupa cerita dari pengalaman mudik ke Medan. Terus terang, awalnya bagi saya mudik hanyalah sebuah perjalanan liburan ke kota lain. Belum lagi mudik juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga terasa agak dipaksakan bila setiap tahun kami harus mudik ke kampung. Mungkin alasan yang lain karena saya bukanlah penduduk asli Medan.Walaupun mertua saya asli orang Medan. Saya belum benar-benar menemukan makna lain.

Ketika melakukan perjalanan mudik yang terakhir ini saya seolah-olah menangkap makna lain dari mudik. Itu semua berawal dari sebuah perkataan dari istri bahwa balik ke kampung ini merupakan tanda bakti kepada orang tua. Mumpung kedua orang tua masih hidup. Walaupun kita belum dapat memberikan lebih dari keuangan. Cukuplah dengan bertemu dan mengunjungi mereka di kampung. Mereka sudah sangat senang.

Mendengar perkataan ini seperti menohok saya lebih dalam. Seolah-oleh sebuah teguran keras kepada saya. Sehingga terjadi proses pertanyaan-pertanyaan reframing ke dalam diri saya sebagai seorang anak kepada orang tua selama ini.

Apakah benar-benar sudah berbakti kepada orang tua?

Apakah benar-benar sudah bertanggung jawab sebagai anak kepada orang tua?

Apakah benar-benar sudah memberikan perhatian secara penuh kepada orang tua?

Apakah saya sudah melakukan yang terbaik selama mereka hidup di dunia ini?

Apakah saya sudah melayani orang tua dengan baik?

Apakah saya selama ini selalu mendengar perkataan orang tua?

Apakah saya selama ini selalu cuek kepada orang tua?

Apakah saya selama ini selalu melawan kepada orang tua?

Apakah saya selama ini selalu sombong kepada orang tua?

Apakah saya selama ini selalu menyalahkan orang tua selama ini?

Apakah saya sudah meminta maaf kepada orang tua?

Sungguh perkataan yang sederhana dari istri ini membuat saya sadar. Bahwa saya belum melakukan apa-apa buat orang tua kita? Mumpung mereka berdua masih di dunia ini. Saya butuh dan perlu memberikan hasil yang terbaik biar mereka bangga kepada anaknya. Terima kasih Tuhan atas kesadaran yang sudah engkau berikan kepadaku. Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s