NLP Praktis #1: Niat mengalahkan segalanya

Mudik merupakan suasana yang sangat menyenangkan. Hampir jutaan orang setiap tahun selalu memutuskan untuk pulang kampung Perasaan gembira bertemu sanak saudara di kampong merupakan salah satu pemicu untuk mudik.

Artikel kali ini menceritakan pengalaman kami ketika mudik ke kampung halaman di Medan. Walaupun sudah bertahun-tahun dan puluhan kali mudik. Tetapi mudik ini terasa sangat menyenangkan.

Awalnya ketika memutuskan untuk mudik ke medan. Saya tidak terlampau optimis. Saya merasa ogah-ogahan. Karena perjalanan sangat jauh sekali. Kurang lebih lewat perjalanan darat dengan mobil ditempuh selama 36 jam. Memang dapat juga lewat udara. Tapi sayang karena bertepatan dengan liburan biaya menjadi sangat mahal. Dalam pikiran, saya sudah membayangkan betapa jauh dan susah. Belum lagi membawa tiga orang anak-anak.

Saat Anda membayangkan di pikiran,

Hasilnya pun sama persis dengan APA yang Anda bayangkan

Ketika mencari tiket di loket-loket bis. Semua habis. Karena bertepatan dengan suasana lebaran. Memang salah kami tidak melakukan pemesanan dari awal sebelumnya. Dengan hati yang senang saya ceritakan kepada istri. Bahwa tiket bus sudah habis. Jadi kita tidak sudah terlampau berharap mau ke Medan. Mendengar cerita saya, istri menjadi kecewa. Dia sudah rindu banget sama orang tua. Saya dengan sok mengatakan,” Lho tiketnya nggak ada? Gimana harus pergi? Ya, sudah tahun depan saja.” Istri hanya diam saja. Tidak beberapa lama kemudian saya bilang kepada dia,“Besok kita lihat lagi. Bila ada tiket kita pergi. Bila tidak ada berarti tidak jadi.” Dia mengangguk tanda setuju.

Saat Anda terus berusaha tidak putus asa

maka hasil baik menghampiri ANDA

Besok harinya kami pergi berdua mencari di loket bus. Ketika istri turun menuju loket bus. Saya hanya menunggu di depan saja. Beberapa menit istri muncul. “Ada tiketnya dua orang. Di kursi belakang smoking area” Sambil menatapnya. Saya bilang, “Ya, sudah ambil saja. Akhirnya kami mendapatkan tiket bus.” Hati istri menjadi gembira.

Niat Mengalahkan Segalanya

Niat BAIK, hasilnya BAIK

Niat JAHAT, hasilnya BURUK

Dari kisah nyata diatas. Saya belajar banyak Bahwa bila kita sudah berniat maka semuanya akan dimuluskan. Termasuk segala resikonya. Saya teringat sebuah presuposisi NLP yang mangatakan dibalik sebuah perilaku ada sebuah niat baik. Dan perjalanan kami ke Medan pun berlangsung dengan menyenangkan.

Bila anda perhatikan, saya membayangkan bahwa perjalanan ini jauh dan susah. Benar saja. Saya mendapatkan buah apa yang saya pikirkan. Dalam perjalanan saya merasakan susahnya berada di dalam bus. Sampai akhirnya saya merasa mual. Dan dengan terpaksa sampai mengeluarkan “muntah”. Bukan hanya sekali tetapi beberapa kali. Wajar saja. Inilah resiko yang saya tanggung selama perjalanan pergi ke Medan.

Ini membuat saya menjadi sadar bahwa kata-kata yang kita gunakan setiap hari dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan saat mengambil sebuah keputusan dan tindakan. Sehingga kita mendapatkan hasil. Waspadain kata-kata Anda setiap hari ! (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s