NgeNLP ala Budaya Nusantara (3)

Sejak saya pertama kali datang ke Medan. Tepatnya ke kampung halaman mertua di Sumatera Utara. Ada sebuah tradisi unik yang belum pernah saya temuin di kota asal saya yaitu Palembang. Tradisi tahunan yang unik ini dilaksanakan setiap mau memasuki Tahun Baru. Tepatnya satu jam sebelum jam berdentang sebanyak dua belas kali. Entahlah sudah berapa lama kegiatan rutin ini selalu dilaksanakan oleh masyarakat adat Batak.

Makna TAHUN BARU

Bagi sebagian orang Batak setiap pergantian tahun bukan hanya sebuah ritualitas makan bersama. Atau menunggu detik-detik pergantian tahun. Lalu meniup terompet begitu jam menunjukkan sudah datangnya awal tahun baru. Ada sesuatu yang jauh lebih penting yaitu setiap menyambut awal tahun baru BUTUH dan PERLU melepaskan setiap belenggu perasaan seperti benci, dendam, marah, egois, kecewa dll. Intinya setiap permasalahan yang dialami di tahun yang lalu, perlu dilepaskan. Kok di awal tahun baru masih mau mengendong masalah. Biar seperti busur panah yang lepas dan mampu melaju kencang menuju sasaran.

Refleksi Diri ala Batak

Walaupun sudah mengikutinya beberapa kali. Sampai saat ini saya belum mengetahui apa nama kegiatan yang sering diadakan setiap tahun ini? Untuk memudahkannya saya menyebutnya Refleksi Diri ala Batak. Kegiatan ini biasanya diadakan di setiap keluarga besar. Dimana seluruh anggota keluarga hadir. Biasanya yang menjadi tuan rumah adalah orang yang diTUAkan seperti orang tua kita sendiri.

Adapun urutan proses kegiatan Refleksi Diri ala Batak ini sebagai berikut:

  • Biasanya dimulai dengan mengambil posisi duduk yang nyaman. Seperti membentuk sebuah lingkaran atau saling berhadapan. Yang memimpin adalah orang yang diTUAkan atau orang tua kita sendiri.
  • Setelah semua anggota keluarga berkumpul barulah masing-masing masuk mempersiapkan diri dalam suasana hening (deep trance state)
  • Kemudian dilanjutkan dengan nyanyian untuk memuji kebesaran Tuhan dilanjutkan dengan DOA adapun tujuan ini supaya mengingatkan kita sebagai manusia kita penuh dengan dosa di masa lalu. Dan di Tahun yang Baru kita dapat memulai sesuatu dengan HATI yang BERSIH.
  • Setelah HATI kita dipenuhi dengan peRASAan bersyukur dan kasih. Secara bergiliran dimulai dengan urutan keluarga yang paling kecil. Filosofinya yang KECIL wajib diberi kesempatan dulu baru dilanjutkan dengan urutan yang diatasnya sampai yang paling BESAR. Dimulai dengan menyampaikan mandokata (sambutan) kepada yang hadir. Lalu dilanjutkan dengan REFLEKSI DIRI secara satu persatu.
  • Saat melakukan REFLEKSI diri, sampai semua permasalahan kita dimasa lalu di hadapan semua keluarga yang hadir. Lepaskanlah segala rasa MARAH……., segala rasa SEDIH….., segala rasa KECEWA……atau segala rasa yang masih kita gendong. Supaya hati benar-benar merasa plong….plonggg….. dengan ikhlas.
  • Bila kita sebagai anggota keluarga masih ada perasaan bersalah sama anggota keluarga yang hadir. Kita perlu meminta maaf. Setelah itu kita perlu mencermati apakah masih ada gambaran peristiwa-peristiwa di masa lalu yang muncul atau gambaran kekesalan dan kemarahan sama anggota keluarga yang hadir? Jika masih ada rasa yang muncul atau suara, silahkan kita lakukan REFLEKSI DIRI kembali dalam kondisi deep trance.
  • Jika semua perasaan sudah plong. Barulah kita menyampaikan OUTCOME yang mau diraih di Tahun Baru. Tentu saja dengan meminta dukungan dari pihak keluarga supaya didoakan.
  • Acara ditutup dengan melakukan DOA kepada TUHAN supaya memberkati setiap OUTCOME yang telah disampaikan setiap anggota keluarga.Sambil melakukan future pacing.

Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang melihat dan membacanya. Juga boleh dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Jangan lupa memberikan komentar bila anda merasa ada sedikit atau banyak manfaat.

Khusus untuk artikel ini saya banyak mengucapkan terima kasih kepada mertuaku yaitu ST. SRT SINAGA di Kampung Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara. Horas Amang, mauli ate godang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s