NgeNLP ala Budaya Nusantara (1)

Setiap kali berkunjung ke kota Medan selalu saya mendapatkan sesuatu baru. Terlebih kunjungan terakhir ini. Terasa sangat spesial. Karena kami mengadakan sebuah pesta mangadati. Apa yang saya dapatkan dalam pesta mangadati? Sudah saya tuliskan dalam sebuah artikel. Bagi anda yang belum membacanya silahkan baca yang ini.

Masih dalam suasana kunjungan ke kota Medan. Kali ini saya mencoba membahas bagaimana kok orang Batak itu dapat mewariskan budaya adat mereka secara turun temurun. Tentu saja saya membahas dari sudut pandang NLP. Melalui pengalaman langsung, mengamati dan aktif bertanya kepada beberapa orang yang dituakan dalam adat Batak. Saya akhirnya menemukan sebuah jawaban bahwa apa yang dilakukan oleh orang Batak selama ini sangat NLP banget.

Dalam artikel ini saya mencoba membahas bagaimana pesta adat Batak dapat turun temurun sampai sekarang. Model yang tepat dengan menggunakan metode neuro logical level yang dikembangkan oleh Robert Dilts.

Budaya SATUBUH

Di dalam budaya adat Batak. Ada sebuah keyakinan yang wajib ditaati. Yaitu SATUBUH yang mempunyai arti setiap orang Batak adalah sebuah keluarga besar. Keyakinan ini selalu ditanamkan kepada setiap anggota keluarga. Terlebih bagi mereka yang mempunyai keinginan merantau ke kota atau negara lain. Mereka mempunyai tugas untuk mencari perkumpulan yang satu marga. Dengan tujuan awal mereka butuh dan perlu memperkenalkan diri sebagai sebuah keluarga baru di tempat yang baru.

Dasar keyakinan SATUBUH inilah membuat setiap orang Batak selalu mempunyai keluarga dimana pun dia berada. Bila ada acara adat ataupun kegiatan di kalangan keluarga besar (marga) mereka dapat ikut serta berpartisipasi.

Proses Terbentuknya Budaya Adat Batak

Tahap awal selalu diawali dengan memperkenalkan anggota keluarga di lingkungan baru. Di dalam lingkungan baru ini mereka harus tahu dengan siapa mereka bergaul ?  Dengan tulang, nantulang, opung, namboru, uda, inang uda, abang, kakak. Bahkan bila bertemu dengan yang satu marga biasanya mereka juga TAHU posisi di urutan ke berapa dalam tingkatan marga.  Dimana posisi mereka berada? Apakah  berada di pihak paranak atau parboru? Hal ini sangat berguna pada saat diadakan acara yang berhubungan dengan adat Batak.

Setelah mereka TAHU lingkungannya, barulah mereka TAHU apa yang mau dilakukan. Bila ada pesta adat dan dari paranak yang mengadakan. Maka pihak parboru (marga dari pihak sang istri) melakukan kegiatan yang disebut dengan marobas (kegiatan gotong royong secara bersama) baik melakukan persiapan peralatan pesta mulai dari menyediakan makanan bagi tamu, mencuci piring, membersihkan lantai, menyapu dan mengepel.

Termasuk juga mereka TAHU apa yang mau diberikan kepada pihak yang mengadakan pesta. Apa berbentuk ulos, tupak atau beras?

Sebagai seorang BATAK yang baik tentu dibekali sebuah keterampilan mandokata. Yaitu kemampuan untuk berbicara di depan umum. Seperti memberikan kata sambutan bagi pihak parboru, hula-hula, tulang dll. Termasuk juga beberapa peribahasa dalam bahasa BATAK saat memberikan petuah-petuah bijak kepada pengantin.

Karena memiliki keyakinan SATUBUH inilah setiap orang BATAK merasa bangga akan budaya yang mereka miliki. Bahkan yang namanya adatpun selalu dilestarikan kepada penerusnya. Mereka bangga akan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Sehingga mereka bangga akan identitas diri yang sesungguhnya. Namanya orang BATAK tidak terlepas dari budaya pesta. Mulai dari kelahiran sampai kematian.

Semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Sudah saatnya kita melestarikan budaya nusantara. Terutama kita sudah butuh dan perlu mengembangkan NLP dalam bingkai budaya Indonesia.

Nantikan artikel yang akan datang saya membahas NLP ala budaya nusantara yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s