Fenomena Trance di Tanah Batak

Tulisan ini kupersembahkan bagi Indonesiaku yang berultah ke 65 Tahun.

Setiap orang dapat masuk ke dalam trance setiap hari. Indonesia yang terdiri dari berbagai budaya dan suku bangsa sebenarnya adalah sebuah fenomena trance yang sangat menarik dan perlu dipelajari. Salah satu budaya yang terus dilestarikan sampai dengan saat ini yaitu budaya Batak. Dalam kesempatan ini penulis mencoba menjabarkan bagaimana perilaku-perilaku yang mengundang setiap orang dapat masuk ke dalam trance. Dan yang menjadi pilihan adalah pesta adat masyarakat Batak, Sumatera Utara.

Mengapa ini menjadi pilihan? Karena penulis secara asosiasi mengalami pesta adat Batak ini secara  langsung. Tepatnya menjadi pelaku utama. Sehingga penulis dapat melihat, mendengar dan merasakannya persis  secara langsung apa yang terjadi.

Bila Milton H. Erickson masih hidup, saya ingin mengusulkan kepadanya untuk berkunjung ke Indonesia. Tepatnya ke Tanah Batak. Bukan hanya budaya Bali saja yang penuh dengan fenomena trance. Mungkin bila melihatnya secara langsung Erickson dapat menemukan utilisasi bergaya khas adat Batak.

Inilah gambaran-gambaran perilaku-perilaku dalam pesta adat Batak yang mengundang setiap orang masuk ke dalam trance.

  • Di sebuah pesta adat Batak ada seseorang yang ditunjuk sebagai juru bicara dari pihak laki-laki (paranak) dan pihak perempuan (parboru). Dalam bahasa Bataknya disebut Raja Parhata. Dimulai dari bunyi-bunyian musik Gondang khas Tanah Batak acara pun dimulai. Raja Parhata layaknya sebagai seorang juru hypnosis yang handal. Kata-kata yang dia ucapkan bagaikan sebuah induksi sederhana yang membuat setiap pelaku yang terlibat dalam pesta tersebut secara perlahan-lahan masuk kedalam suasana light trance (trance ringan). Mereka berbaris secara tertib dan teratur ketika masuk kedalam ruang pesta.
  • Tarian Tor-tor sebagai sebuah pengiring yang harmonis. Semakin cepat irama gondang Batak maka semakin cepat pula gerakan tarian tor-tor. Bila diperlambat irama suara gondang Batak maka secara otomatis gerakan tarian tor-tor pun diperlambat. Dengan hanya melalui bunyi-buyian musik gondang batak ini setiap pelaku pesta diajak masuk ke dalam fenomena trance yang dalam ( deep trance Phenomena). Hal ini ditandai dengan selarasnya gerakan tangan dan kaki setiap pelaku pesta dengan irama musik.

  • Yang menarik di sesi acara pembagian jambar berupa daging dan uang serta mengulosi selalu disisipi sebuah petuah-petuah bijak dari tetua adat yang ditunjuk. Petuah-petuah bijak ini sering berupa sebuah peribahasa yang ditujukan kepada sang pengantin dan keluarga dekat.

  • Acara pun ditutup oleh Raja Parhata. Serta mengajak setiap orang untuk keluar dari trancenya masing-masing. Dengan ucapan kata, Horas….Horas….acarapun selesai

Inilah sebuah fenomena trance yang unik dan khas terjadi di budaya Batak. Sebagai seorang pelaku dan mengalaminya secara asosiasi saya mendapatkan sebuah pesan yang mendalam bahwa trance adalah sebuah pengalaman yang dapat terjadi di kehidupan kita setiap hari. Dan fenomena trance khususnya di Indonesia sangat beragam mulai dari musik, tarian, upacara adat dan tradisi budaya lainnya. Mari kita jaga keragaman budaya warisan lelulur ini.

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku yang ke 65 tahun. Aku Cinta Indonesia! Horas….

Satu pemikiran pada “Fenomena Trance di Tanah Batak

  1. Ping balik: NLP Praktis #11: Benarkah ini sebuah KUTUKAN? | Jasa InhouseTraining – Optimizer Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s