Sudahkah Anakku MANDIRI?

“Bagaimana cara mendidik anak mandiri? Adakah caranya?”

liaDemikian pertanyaan yang timbul di dalam pikiran saya. Ketika melihat teman baik saya rela meninggalkan usahanya untuk mengurusi anaknya setiap hari. Mulai dari pagi sampai dengan sore hari. Dia setiap hari menghabiskan waktunya di dalam mobilnya. Sehingga mobilnya bukan lagi berfungsi sebagai “mobil bisnis” tetapi sudah menjadi “mobil sekolah” yang penuh dengan segala perlengkapan sekolah anaknya. Mulai dari botol minuman, pakaian, makanan kecil, buku-buku sampai perlengkapan kecil lainnya. Pokoknya lengkap. Wawww…..mobilnya mirip seperti seorang pengembara yang harus pergi dari satu kota ke kota yang lainnya. Walaupun tugasnya sangat MULIA. Tapi belum tentu setiap orang dapat mengikutinya caranya. Perlu sebuah NIAT yang TULUS.

Saya jadi ingat pengalaman pribadi ketika saya dan istri hendak memutuskan pilihan sekolah anak kami yang sulung. Faktor biaya dan kedekatan jarak dengan rumah kami menjadi poin yang sangat penting. Setelah melakukan survey secara kecil-kecilan. Akhirnya istri saya memutuskan untuk menyekolahkan anak kami di sekolah Negeri. Dengan alasan biaya sekolah GRATIS dan sangat DEKAT dengan lokasi rumah. Ternyata lokasi sekolah yang sangat dekat dengan rumah. Sungguh membuat kami terbantu. Selain menghemat waktu. Juga pengeluaran untuk biaya transportasi anak ke sekolah sangat minim sekali. Dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Karena sekolah anak kami dapat dijangkau dalam waktu sangat cepat. Hanya lima menit. Bila cuaca hujan, cukup dengan mengeluarkan ongkos becak sebesar tiga ribu rupiah.

Salah satu ide yang kami terapkan dalam mendidik anak mandiri. Adalah mengajarkan anak kami supaya dapat pulang sekolah sendiri. Bila kami terlambat menjemputnya. Tentu saja pasti ada resiko yang harus diperhitungkan. Anda pun boleh mencoba dengan beberapa ide lain. Belum tentu sama dengan kami. Terserah idenya apapun yang penting outomenya sama. Menjadikan anak mandiri.

Faktor Ekologis

Sebagai seorang pembelajar NLP, tentu saja kami harus memperhatikan faktor EKOLOGIS. Supaya ide yang mau kami laksanakan dapat berhasil dengan baik.Apakah hasil yang diinginkan secara ekologi pas dengan keinginan kami? Faktor ekologis apa saja yang harus anda lakukan dalam hal mendidik anak PULANG SEKOLAH????….Sekali lagi saya katakan PULANG SEKOLAH SENDIRI…Ide ini mungkin BERBAHAYA bagi anak anda….JANGAN tiru ide ini….Kok, seperti tayangan televisi aja…..Sebelum Anda melakukan cek ekologis….

  • Apakah lokasi sekolah anak anda dekat dengan sekolah?
  • Sebaiknya anda mengenal baik ibu-ibu yang sering menunguin anaknya di sekolah? Apalagi bila satu kelas dengan anak anda?
  • Siapa saja teman bermain anak anda?
  • Kenalkan anak anda dengan penjaga sekolah dan penjaga kantin. Dan ajarkan supaya mereka bisa menunggu di kantin sekolah, bila anda terlambat menjemput!
  • Semakin bagus bila anda mengetahui rumah teman-teman bermain anak anda?
  • Bila anda terlambat menjemput anak anda, apakah dia dapat pulang sendiri?
  • Bila dia pulang sendiri, apakah dapat ditempuh dengan berjalan kaki?
  • Berapa lama waktunya untuk sampai di rumah?

Bila anda sudah melakukannya dengan teliti…marilah kita melakukannya…….

Test DRIVE (TOTE)

Untuk tahap awal….pergilah ke sekolah dengan berjalan kaki. Ajarkan anak anda jalan terDEKAT dan AMAN menuju rumah…..lakukan terus selama seminggu, dua minggu…..sampai anda melihat anak anda sudah cukup hapal dengan jalan pulang kerumah….

Selanjutnya…mulailah mencoba dengan sengaja…..jemput agak terlambat. Mungkin lima menit….sepuluh menit…..lima belas menit……Kemudian lihat reaksi anak anda? Apakah dia menangis……setia menunggu….pulang bersama dengan temannya….atau…pulang sendiri…..Amati terus respon yang diberikan oleh anak anda????…..Latih terus..sampai dia mulai terbiasa pulang sendiri. Apabila dia melakukan dengan BENAR….Berikan PUJIAN….atau bila perlu HADIAH KECIL…..Bila dia terlambat atau masih binggung….berikan petunjuk…..Amati apakah sudah melakukan dengan BENAR? Bila sudah sesuai dengan keinginan…Berarti tujuan anda sudah tercapai…. Selamat YA!!!!!

Future Pacing

Sambil anda terus melatih anak anda. Jangan lupakan lakukan future pacing. Biasanya saya memberikan pesan,”Dea, papi jemputnya terlambat. Dea, pulang sendiri ya…”. Lakukan terus secara berulang-ulang. Sampai anak paham arti pesan tersebut…

Hasilnya gimana nih????? Tentu saja setalah kami melewati proses ini semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kami. Anak kami sudah pulang sendiri. Anda mau mencoba apa yang kami lakukan. SILAHKAN!!!! Semoga memberikan manfaat bagi orang tua. Supaya anak menjadi lebih mandiri. Sebagai catatan kami mengajarkan anak kami mulai dari usia lima tahun. Hasilnya benar-benar TOKCER…

Khusus artikel ini kupersembahkan buat istriku dan anak-anakku….Juni, DEA, KAYLA dan LIA….Sebagai sebuah refleksi untuk Ulang Tahun Perkawinan yang ke-8….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s