Secuil Rahasia Laris Manis Pedagang Kaki Lima

air mancurSungguh enak berwisata di kota Palembang. Begitu banyak jenis makanan tradisional yang harus dan wajib dicoba pada saat menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya. Kalo lah teminum banyu Sungai Musi pastilah uwong itu balek lagi. Biasanya orang-orang banyak mengenal pempek sebagai salah satu makanan tradisonal yang terkenal. Tapi kalau kalian benar-benar penikmat makanan Indonesia sejati, harus mulai mencoba yang satu ini. Ada sensasi rasa baru. Lebih renyah, gurih dan tentu saja nikmat. Baru nulis bae sudah terasa nikmatnya. Apalagi sudah coba. Ah….enakkk nian…

Biar tidak semakin penasaran, kukasih tahu nama makanannya. Ingat baik-baik. Namanya ”MODEL GENDUM”. Tu…binggung kan. Habis namanya aneh. Bagus, Palembang itu banyak makanan yang namanya unik dan aneh. Yang paling terkenal di Palembang adalah model gendum MANG IWAN. Kalau orang sudah cicip sekali pastilah datang lagi. Dan yang bikin penasaran model gendum ini ramai sekali penikmatnya. Mulai dari anak-anak sekolahan sampai petinggi perusahaan swasta dan nasional yang rela antri makanan ini. Lebih dahsyat lagi, model gendum ini sudah sampai ke luar negeri mulai dari Hongkong, Malaysia, Taiwan dll. Sungguh luar biasa, kok bisa laris manis.

Untunglah sempat saya intip rahasia makanan tradisional ala kaki lima ini. Ternyata setelah saya sadari, mulai dari cara penyajiannya sampai melayani konsumen memenuhi NLP banget. Aiiiii…aiii… coba dari kemarin saya belajar dari Mang Iwan…Lumayan bisa hemat biaya training jutaan rupiah….Nah inilah secuil rahasia laris manis, dari hasil pengamatan saya menjadi konsumen setia ”Model Gendum Mang Iwan”.

Penyajian Produk memenuhi Unsur VAKOG

Model Gendum yang disajikan ini benar-benar memenuhi unsur modalitas VAKOG. Mulai dari unsur Visual, bentuknya yang unik, sedikit lonjong. Warnanya kecoklatan-coklatan setelah digoreng kering. Pada saat mulai diiris kecil-kecil, suara irisannya seperti mengeluarkan suara kress…kress…kress.. secara berulang-ulang sampai irisannya selesai (Unsur auditory). Saat mulai disajikan dengan kuahnya, inilah rahasia yang tidak dipunyai pedagang model gendumnya. Penciuman (Olfactory) kita terasa aroma bau sedap kuahnya yang terbuat dari rempah – rempah seperti kayu manis, pala dan kemiri. Cium baunya saya terasa ngiler. Pada saat mulai makan, lidah (Gustatory)merasakan manis, asam…wah nano-nano pokoknya tapi sedaap nian…. Setiap orang biasanya mengambil porsi dobel…

Kecepatan Membangun Keakraban

Salah satu kelebihannya, dalam membangun keakraban dengan pelanggan. Setiap pelanggan datang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Kalau istilah orang Palembang, Mang Iwan (pemilik) galak kelakar (mau bercerita) sehingga pelanggan betah berlama-lama. Bahkan, ada beberapa pelanggan yang jauh-jauh datang dari luar negeri. Hanya sekedar melepas rindu untuk mendengarkan kelakarannya Mang Iwan. Secara tidak sadar Mang Iwan sudah mampu melakukan teknik pacing leading secara alamiah Sehingga mereka saling membutuhkan. Rasanya tidak pas dan puas, bila kembali ke Palembang tidak mencicipi model gendum ini.

Repeat Order yang sangat CEPAT

Bila anda mencicipi makanan satu ini. Saya jamin anda pasti kembali lagi. Ratio pelanggan kembali mencapai 90%. Sungguh seorang penjual yang ulung. Tidak hanya mampu menjual produk tetapi mampu memuaskan pelanggan sehingga terjadi repat order yang sangat cepat. Ketika saya menanyakan kenapa mereka datang kembali? Sebagian besar menjawab dari rasanya yang sensasional. Luar biasa, mereka benar-benar sudah teranchor secara olfactory dan gustatory. Bukan hanya selebritis yang mempunyai penggemar fanatik tapi pedagang kaki lima pun mempunyai penggemar fanatik.

Inilah secuil rahasia laris manis pedagang kaki lima di kota Palembang. Setelah anda membaca artikel, anda semakin tahu dan mulai terbuka bahwa NLP itu adalah kehidupan nyata yang kita alami setiap hari. Selamat menemukan dan menikmatinya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s