Jurus Jitu Menghindari Debat Kusir=Outcome

Joni, seorang direktur perusahaan swasta merasa kesal. Dalam rapat yang dilaksanakan pemilik perusahaan dan dihadiri seluruh karyawan. Dia merasa disudutkan. Sehingga suasana rapat sudah menjurus kepada sentimen pribadi. Terlebih yang mengakibatkan dia semakin merasa kesal dan jengkel.

Pemilik perusahaan tidak melihat apa yang sudah dilakukan selamanya ini. Hanya melihat sebuah kesalahan kecil. Ibarat kata pepatah gajah di pelupuk mata tak tampak, kumbang di seberang lautan tampak.Lebih parahnya lagi hal ini bukan disampaikan kepadanya secara pribadi. Tetapi didepan anak buahnya. Harga dirinya direndahkan. Rapat yang tadinya diharapkan mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi perusahaan. Justru menjadi arena debat kusir antara dirinya dan pemilik perusahaan.

Harun, seorang direktur perusahaan swasta juga. Setiap Senin selalu mengadakan rapat kepada setiap anak buah. Dalam setiap sesi rapat selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. Tapi yang membuatnya jadi jengkel adalah selalu terjadi intervensi di lapangan pada saat hasil rapat mau dijalankan anak buahnya. Hal ini selalu dia dengar melalui telinganya sendiri. Setiap kali evaluasi mingguan dilaksanakan dengan karyawan tokonya. Dan yang lebih parah lagi pelaku intervensi setiap keputusan adalah orang terdekatnya sendiri. Baik anak-anaknya maupun istrinya sendiri.

Persoalan yang dihadapi Joni dan Harun adalah persoalan yang masih sering melanda perusahaan swasta. Rapat yang seharusnya menjadi sebuah alat untuk memecahkan setiap persoalan di lapangan. Sering menjadi sebuah arena saling lempar argumen. Tidak ada yang mau mengaku SALAH semua merasa BENAR.

Seharusnya dalam setiap rapat harus menghasilkan SOLUSI bukan menghasilkan problem baru. Jurus yang paling ampuh dalam mengadakan rapat yang efisien dan efektif adalah TUJUAN atau OUTCOME .

Outcome sendiri adalah alat yang dapat membuat kita merancang dan menjalankan hasil rapat di lapangan. Apa yang mau DIHASILKAN? Bagaimana cara MENJALANKANNYA? Dan apakah sudah seuai dengan yang DIHARAPKAN? Bukannya kita fokus kepada mengapa hal ini terjadi? Terlampau banyak alasan yang harus kita cari.

Menghormati keputusan rapat adalah sebuah KOMITMEN yang harus dijunjung TINGGI. Struktur organisasi perusahan menjadi kunci yang sangat penting. Pihak keluarga pun harus menjadi contoh. Sebagai orang yang pertama kali siap menjalankan keputusan rapat. Sehingga karyawan tidak menjadi BINGUNG.

Memang enak ada dua nahkoda diatas satu kapal. Ntar pada nabrak sana sani.

Pertanyaan: Sudahkah anda merancang OUTCOME untuk kepentingan anda sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s