Modelling

Diantara saudara kami berempat, saya mempunyai impian yang dibilang agak unik sedikit.  Impiannya sederhana sekali.  Bila mau kawin nanti saya ingin mempunyai istri orang indonesia asli.  Kalau ditanya, alasannya apa?  Saya cuma cukup bilang, biar kelihatan lebih unik diantara keluarga besar.  Karena selama ini diantara keluarga besar kami, satupun tidak ada yang kawin di luar etnis china. 

 

Akhirnya lewat proses waktu yang cukup lama. Memang benar impian itu menjadi suatu kenyataan. Saya mendapatkan seorang pasangan hidup, yang nota bene orang indonesia asli.  Mau tahu orang daerah mana ? BATAK asli….bo…… Memang diluar perkiraan saya mendapatkan orang batak.  Karena dulu impian saya mendapatkan orang jawa.  Bahkan, dulu saya sempat bergumam dalam hati, jangan punya istri orang BATAK. Tapi apa daya justru saya tidak menginginkan , malahan dapat. Ini persis seperti hukum tarik menarik. Begitu kuat keinginan untuk menghindarinya, malah semakin kuat tarikannya.  Ya, yang penting damai sejahtera……

 

Apakah enak kawin campur? Bila anda pernah makan nasi campur, pasti tahu rasanya.  Perlu waktu untuk menyesuaikan adat istiadat yang sangat bertolak belakang.  Tapi yang penting kita bisa menikmatinya.  Bagaimana cara saya menikmatinya? Perlu anda ketahui salah satu kebiasaan yang saya dapatkan di keluarga mertua saya adalah makan bersama. Memang tampaknya mudah.  Tinggal duduk, ambil nasi, lauk lalu makan sambil kenyang. Tunggu dulu. Tidak bisa seperti itu kita harus duduk bersama, berdoa bersama baru makan bersama.  Jauh sekali dengan kebudayaan saya yang selama ini kami anut. Makan, ya tinggal ambil sendiri-sendiri dan doa sendiri-sendiri. Itulah kebiasaan baru yang saya dapatkan.  Tapi semuanya saya nikmati dan ikuti dengan tulus. Istilah kerennya saya sedang melakukan modelling.

 

Banyak sekali yang harus saya model.  Tidak hanya masalah makan. Termasuk tata krama dalam bicara. Baik dengan orang yang sudah tua, seumur maupun yang masih kecil. Bila dulu saya suka bercanda dengan orang tua tanpa adanya tata krama.  Sekarang saya harus menyesuaikan dengan kebudayaan mertua saya. Ternyata ilmu modelling membawa dampak dalam kehidupan saya. Keluarga kami menjadi harmonis dan bahagia. Bahkan hubungan saya dengan mertua menjadi sangat akrab. Kami sering bercanda, tukar pikiran, berjalan bersama, bernyanyi bersama. Sekarang saya sedang belajar menguasai bahasa batak.   Walaupun baru satu dua patah kata. Hepeng, mole ate,…..Silsilah keluarga dari amang, inang, uda, inang uda….sudah lumayan saya hapal. Termasuk menghadiri acara adat.  Saya sudah beberapa kali.  Marobas juga…..

 

Anda tertarik dengan kawin campur….Saya jamin pasti lebih lezat dan sedap dibandingkan nasi campur.  Asalkan anda tahu mengelolanya. Ya, itu tadi salah satunya dengan ilmu modelling.

 

Pertanyaan:

Coba analisa kebiasaan apa saja yang telah anda MODELLING dari orang tua ANDA

Satu pemikiran pada “Modelling

  1. posting yang menarik, saya sendiri menikah beda suku, saya jawa barat, dapetnya orang sumatera barat..
    ga begitu kepikiran modeling sih, cenderung ngejalanain aja, kalo kena tegur belok dikit, terus begitu, tanpa analisa..
    menarik juga postingannya, salam kenal yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s