Kenalilah Kekuatan Anda

Suatu hari penulis berkesempatan berbicara dengan salah satu pengembang besar di salah satu kota. Dalam kesempatan tersebut penulis secara spontan mengajukan sebuah pertanyaan.

Apakah si pengembang besar ini ikut-ikutan mengembangkan konsep perumahan yang sedang trend di kotanya? Karena banyak sekali pengembang lokal lain yang mulai ikut arus mengembangkan model perumahan yang diusung salah satu pengembang besar di Indonesia itu. Baca lebih lanjut

AHA Service Excellence

Malam ini saya bersama istri mengunjungi sebuat pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Dan ketika mengunjungi salah satu counter susu. Saya ditawarkan paket hemat untuk sebuah produk susu. Dengan penjelasan produk yang baik, akhirnya kami memutuskan membeli kemasan besar dan kecil.

Selanjutnya kami melanjutkan ke counter lain. Pas berjalan sekitar 20 menit. Kami kembali ketemu pramuniaga susu ini. Sedikit terkejut dia mengatakan bahwa susu hanya tahan dalam waktu 1 jam bila tidak dimasuki freezer.

Dengan cekatan dia menawarkan bongkahan es batu. Kemudian dia mengambil kemasan susu kami. Dan membukusnya kembali dengan tambahn bongkahan es batu.

Nah service yang beginian membuat saya terkesima. Si pramuniaga mampu membuat AHA. Sebuah layanan yang tak terduga. Sehingga seperti menancapkan sebuah memori kepada konsumen.

Inilah sebenarnya tugas seorang pelaku service excellence yang mesti menciptakan aha-aha kecil  dan besar ke dalam benak konsumen.

Salam AHA!

Kenali Pola Penjualan Anda !

Dalam beberapapa  tahun terakhir ketika membantu proses penjualan perumahan. Saya menemukan beberapa pola proses penjualan yang umumnya sama.

Awalnya saat memulai penjualan perumahan pertama kali. Terasa begitu sulit untuk mendapatkan klien pertama. Mungkin dikarenakan beberapa fasilitas umum juga belum selesai dibangun. Ketika mengajak klien melihat lokasi, umumnya mereke mengeluarkan respon lokasi yang kejauhan, masih sepi, jalan belum diaspal dll.

Memang ada beberapa klien juga yang melihat ke depan prospek dari perumahan yang mereka mau beli ini. Biasanya pola pikir konsumen seperti ini sangat dibutuhkan supaya penjualan awal dapat memenuhi target. Makanya setiap awal penjualan pasti akan diberikan bonus spesial seperti harga yang murah, dp dapat diangsur beberapa kali, tanpa dp, bebas biaya KPR.

Setelah penjualan memasuki fase kedua dimana sudah ada sekitar 25% yang membeli rumah. Harga pasti dinaikkan dengan tujuan menanamkan pikiran kepada yang beli pertama. Bahwa mereka belum menempati saja sudah UNTUNG.

Dengan adanya kenaikan harga justru akan semakin cepat proses penjualan. Ditambah lagi proses visual dari perumahan seperti taman, jalan kompleks dan pintu gerbang biasanya sudah selesai dibangun. Juga beberapa rumah contoh sudah jadi. Sehingga lokasi yang dulu gersang sekarang menjadi lebih segar dengan banyaknya tanaman.

Bila sudah ada beberapa penghuni yang tinggal disana. Penjualan akan semakin cepat lagi. Karena dalam pikiran konsumen perumahan ini sudah “siap huni”. Makanya biasanya mereka mudah sekali kita pengaruhi untuk membeli rumah. Apalagi bila developernya punya program referal untuk konsumen. Maka perumahan pun akan cepat SOLD OUT.

Mengenali proses penjualan poduk yang kita sangat penting sekali. Sehingga bila sudah mengetahui prosesnya anda tinggal mengulang saja. Bila belum closing tinggal dicari saja apa masalahnya. Cari solusinya. Dan lakukan eksekusi lagi.

Mana yang penting, rasa enak atau service memuaskan?

Apa yang pertama kali anda ingat ketika mengunjungi sebuah restoran atau rumah makan?

Makanan yang enak atau service yang memuaskan?

Ayo ngacung. Mana yang anda pilih?

Siapa yang memilih makanan enak tapi servicenya masih standar biasa-biasa saja?

atau anda memilih servicenya memuaskan tapi makanannya kurang enak?

Bila saya disuruh memilih tentu saja di urutan pertama adalah makanannya mesti enak. Walaupun servicenya kurang memuaskan ya dimaklumi saja dulu. Ntar paling dikasih saran buat diperbaiki.

Dari pengalaman saya mencoba beberapa rumah makan dan restoran yang memasak dengan enak. Umumnya pelayanan mereka masih jauh dari standar. Hal ini saya alami ketika makan di sebuah rumah makan yang memasak spesialis mie.  Pas begitu sampai di depan kita akan menjumpai si koko yang memasak mienya menggunakan kaos oblong biasa. Begitu duduk pelayan datang. Pesan minuman dan beberapa porsi mie. Tidak berapa lama minuman datang.

Sambil menunggu mienya kami mengobrol. Lewat waktu 15-20 menit baru mienya datang. Karena rasa mienya enak. Saya memutuskan untuk pesan bawa pulang. Nah, saat menunggu bungkusan mie. Ternyata kuahnya nggak ada. Dan ketika saya minta sama koko penjual mie. Mereka cuma bilang mesti bawa tempat khusus. Tidak melayani dibungkus dengan plastik untuk kuahnya. Entah alasannya apa. Tapi hal ini membuat saya cukup kecewa.

Selang beberapa lama lagi apalagi ingin makan mie pasti saya selalu menyebut nama toko mie ini sebagai pilihan pertama. Mengapa? Karena rasanya enak. OG (modalitas nlp) saya sudah ketagihan. Walaupun servicenya buruk tapi dari pengamatan saya toko mie ini tetap saja ramai dibandingkan dengan toko mie di sekitarnya.

Hal ini bukan saja saya alami dari toko mie ini saja. Umumnya bila namanya makanan pasti kita mencari RASA enaknya dulu. Baru pelayanannya. Apakah ada yang makanannya enak dan servicenya memuaskan? Ya, tentu saja ada.

Menjadi Telemarketer Yang Handal

Menjadi Telemarketer Yang Speed, Simple dan Strong

Pernahkah anda menerima telpon dari seorang telemarketer yang meminta waktu dan anda menjawab, “Silakan”? Kalau begitu, beruntunglah ia menelpon anda sebagai calon pelanggannya. Sebab biasanya orang akan segera menjawab, ” Tidak ada waktu.” Sejauh yang saya tahu melalui perbincangan dengan para telemarketer, umumnya mereka tidak akan menanyakan apakah pelanggannya punya waktu atau tidak, “Tidak, saya tidak akan meminta waktu karena kalau mereka menjawab ‘TIDAK’ lalu saya mau apa?”

Baca lebih lanjut

Pikirkan dulu Memilih Respon bila mau NASIB anda BERUBAH

Setiap hari kita selalu mengalami yang namanya STIMULUS. dimana saat menerima sebuah stimulus ada sebuah ruangan jeda, buat kesempatan kita untuk memberikan pilihan bagaimana cara untuk meRESPONnya.

Cara memilih dan akhirnya membuat keputusan untuk meresponnya itulah yang akan menentukan hasil akhir yang mau kita dapat.

stimulus respon menentukan nasib anda

stimulus respon menentukan nasib anda

Sekarang amati berapa banyak STIMULUS yang dapat anda terima setiap hari baik berupa gambar (visual), suara (audio) dan gerakan (kinestetik). Kemampuan anda dalam memilah setiap respon yang baik dan benar akan menentukan setiap keputusan yang mau anda ambil.

Baca lebih lanjut

Aplikasi NLP di dalam bisnis

Reframing In Sales

Salah satu teknik NLP yang selalu saya gunakan dalam kegiatan bisnis saya di bidang penjualan properti adalah reframing. Teknik ini sangat luwes dan powerfull bila digunakan dengan tepat dan benar.

Alkisah, Richard Bandler, salah satu penggagas kaidah NLP (http://goo.gl/rgNFdL) , mengunjungi seorang rekan yang berprofesi sebagai agen real estate. Pada saat itu sang rekan sedang berbincang-bincang dengan seorang ibu yang menanyakan apakah sang agen mempunyai daftar rumah yang memiliki halaman luas. Rekan Bandler menjawab, “Kebetulan saya sedang tidak memiliki daftarnya, ibu. Tapi jika ibu bersedia, silahkan meninggalkan nomor telepon untuk saya kabari secepatnya.”

Baca lebih lanjut

4 Tahapan Dalam Bekerja

Dari detik finance:

Jakarta -Salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir, memiliki filosofi unik soal pekerjaan. Menurutnya, orang yang bekerja itu terdiri dari 4 tahapan.

Tahir yang baru saja memberikan hibah bantuan uang Rp 6 miliar ke pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan banjir ini menganggap kerja berdasarkan hobi adalah kelas manusia terendah. Itu adalah pemikiran yang terlalu kebarat-baratan.

Baca lebih lanjut